Berbagi Info Terbaru Dunia Islami dan Pelajaran

Pengertian & Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat dan Tidak Dapat Diperbaharui

Pada pelajaran IPA Fisika pada kesempatan pagi ini akan segera dibahas mengenai Pengertian & Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat dan Tidak Dapat Diperbaharui simak pemaparannya berikut ini agar mendapat informasi yang lebih baik lagi baca dengan seksama.

Pengertian & Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat dan Tidak Dapat Diperbaharui
Gambar Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat dan Tidak Dapat Diperbaharui


Pengertian Sumber Daya Alam yang Dapat dan Tidak Dapat Diperbaharui

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu sumber daya alam yang tidak akan pernah habis jika digunakan karena selalu berdaur ulang dan terbarukan. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang jumlahnya terbatas karena penggunaannya lebih cepat daripada proses pembentukkannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis.

Contoh Sumber Daya Alam ( SDA ) yang dapat diperbaharui:

  • Tumbuhan ( karet/lateks, terpentin, kapas, biosolar, biodiesel, spiritus, alkohol, dsb )
  • Hewan ( biogas, wol, serat sutra, dsb )
  • Angin/udara
  • Tanah
  • Air
  • Cahaya matahari
  • Mutiara
  • Minyak gondorukem
  • Kertas
  • Pupuk kompos
  • Minyak nilam
  • Pala
  • Kopra

Contoh Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui:

  • Emas dan perak
  • Alumunium
  • Tembaga
  • Besi
  • Nikel
  • Perunggu
  • Gypsum
  • Belerang
  • Intan
  • Grafit atau karbon
  • Asbes
  • Batu
  • Marmer
  • Hasil pengolahan minyak bumi ( bensin, solar, kerosin/minyak tanah, avtur, aspal, paraffin )

Akhir kata demikianlah bahasan singkat tentang Pengertian dan Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat/Tidak Dapat Diperbaharui dengan adanya contoh-contoh tersebut diatas diharapkan kalian para pelajar siswa siswi mampu membuat sendiri contoh berdasarkan kehidupan sehari-hari.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian & Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat dan Tidak Dapat Diperbaharui

0 komentar:

Posting Komentar